Why use bicycle on work days?
Hari Senin macet??? Sudah biaza kalee... Menjadi luarbiasa bila
lalu-lintas kota Jakarta tiba-tiba berubah lengang pas hari Senin.
Senin ini, 5 Juni 2006, hari Senin pertama di bulan Juni 2006, traffic
jam luar biasa panjang juga terjadi di jalur yang wajib saya lalui jika
berangkat ke kantor. Jajaran motor, angkot, mobil pribadi, hingga bus
berbadan super lebar saling berebut lahan aspal selebar kurang lebih 5
meter. Saling berdesakan untuk menjadi tercepat pada jarak satu meter
doang!
Eh ternyata semalam habis terjadi kebakaran di daerah Cililitan Jakarta
Timur. Pantas saja kemacetan hari ini parah banget. Peribahasa alon-alon asal kelakon barangkali gak bisa diterapkan saat itu. Bisa-bisa nginep dong di jalan, lha wong ngantri bebek aja udah menghabiskan 2 jam untuk jarak hanya 1 kilometer.
Lantas gimana caranya agar bisa nyampe dikantor tepat waktu, ngga boros
bensin, dan otot kaki menjadi terlatih?? Gampang, pakai aza sepeda.
Setelah melirik arloji, ternyata waktu tempuh tak jauh berbeda dengan
biasanya. Kurang lebih tetap berkisar setengah jam-an. Itu sudah
dihitung dengan menerobos jalan tikus untuk menghindar kemacetan, yang
relatif lebih panjang dibanding rute biasa.
Kendaraan ciptaan manusia itu memang luar biasa. Menghadapi macet
cuek-cuek aza. Paling-paling keringat yang makin membasahi baju. Tentu
yang pakai juga luar biasa lhoo... Kenapa? Emang sih butuh nyali untuk
menggenjot di belantara asap knalpot dan raungan mesin-mesin kendaraan.
Belum lagi kewaspadaan berlebih mengantisipasi goyang senggol angkot
dan motor.
Terlepas dari itu semua, bersepeda ke tempat kerja
tetap mengasyikkan. Bukan anti Pertamina sih kalo sering absen
mengunjungi SPBU. Namun ingin sekedar lebih cinta dan menjadikan langit
lebih biru. Tanpa menambah beban polusi yang semakin parah jika tak
segera dikurangi oleh upaya kecil kita dengan memakai sepeda. Bahkan
idealnya, udara perkotaan mampu sesegar alam pegunungan. Lebih segar
untuk dihirup hingga ke paru-paru anak-cucu.
Sudahkah Anda
mencobanya? Saya sudah! Bahkan akivitas ini saya lakukan lima hari
dalam seminggu sampai sekarang. Kapan giliran Anda?
Posted at 01:05 pm by
iwaxx
Permalink
Keindahan panorama Indonesia sepanjang 1432.4km dari atas sadel sepeda balap,
telah digelar dalam lomba Dji Sam soe Tour d'Indonesia 2005.
Ikuti hasil ulas tuntas lomba terakbar di negeri ini di Majalah Cycling Edisi November 2005.
Posted at 06:09 pm by
iwaxx
Permalink
Asian Mountain Bike Championship
Setelah 4 hari tertimpa panas terik bukit Pecatu dan Dreamland Di Bali....
Inilah sedikit oleh-2 dari Asian Mountain Bike Championship yang direkam oleh Syumanjaya (photograper Cycling Magz)

Jawara Downhill Men. Dari kiri ke kanan: Priyo Susanto, Sugianto Setiawan (HoHo), Yasushi Adachi . ssstttt....Kekalahan ini membuat wajah Yasushi terus muram hingga kembali ke hotel.

Akhirnya Bendera dan Lagu Indonesia Raya bisa berkumandang di ruang dengar pembalap dan official beberapa negara dari kawasan Asia. Salut untuk Hoho yang berhasil menyumbang Emas di nomor Downhill Men.

Jawara Downhill Women. Dari kiri ke kanan: Risa Suseanti, Mio Suemasa, Yasid Kusumawati

Three..two..one...Gooo! XC Competizione begun

jatuh bangun pembalap Jepang mencium tanah Bali....
Usai perhelatan.....mentari pun rebah di peraduan....see u on next race
Posted at 03:59 pm by
iwaxx
Permalink